FORKOMBI.COM – Guna mempertimbangkan kesiapan SDM Kab. Batang dalam menghadapi peluang dan tantangan Kawasan Industri, pada Sabtu siang (18/11) di Lap. Gelora Bumi Bromo Ds. Brokoh, Wonotunggal, Pakubara sukses menggelar Sarasehan yang dihadiri dari berbagai kalangan di Kabupaten Batang.
Kegiatan yang diawali dengan Pelantikan Pengurus Pakubara (Perkumpulan Komunitas Batang Raya) Masa Khidmat 2023-2025 ini termasuk dalam rangkaian kegiatan Pagelaran Seni Sanggar Merti Desa & Fashionable Blangkon 2023.
Tema “Kawasan Industri: sudah siapkah SDM kita dengan peluang dan tantangannya?” diambil atas dasar fenomena yang saat ini menjadi sorotan warga Batang, yakni hadirnya 2 kawasan industri di Batang. 2 kawasan industri ini diantaranya Batang Industrial Park (BIP) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Batang, Rahmat Nurul Fadilah, mengatakan telah mempersiapkan masyarakat Batang untuk dapat diserap sebagai tenaga kerja di kawasan industri tersebut dengan hadirnya karir.batangkab.go.id sebagai platform informasi pelatihan kerja dan lowongan pekerjaan.
“Kualifikasi masuk kawasan industri tidak hanya sekedar ijazah kartu identitas sebagai warga Batang, akan tetapi juga perlu mempersiapkan keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan melalui website batang career ini.” Jelas Rahmat.
Pandangan yang berbeda juga disampaikan oleh Budayawan Batang, Ribut Achwandi mengatakan, industri akan membawa pengaruh pola pikir masyarakat dari agraria ke industrial, sehingga masyarakat Batang harus cermat memahami konstelasi industri ini.
“Pendidikan erat kaitannya dengan kebudayaan, nah, pertanyaannya siapkah kita memberikan pendidikan tentang jati diri kita (sebagai warga Batang)?” Tutur Ribut.
Ribut juga mengajak kepada masyarakat Batang untuk mampu membudidayakan segala hal yang dimiliki Kab. Batang dan memikirkan bersama menyoal kawasan industri di Kab. Batang.
“Realitanya kompetensi sekolah tidak sepenuhnya dibutuhkan di industri, sehingga perlu adanya konsen khusus terhadap peningkatan keterampilan warga Batang guna menjawab persoalan ini.” Pungkas Rizal Ortega, Aktivis Gusdurian Batang. (*)
Reporter: Akhmad Masrukhan Nur
Editor: Akhmad Masrukhan Nur