FORKOMBI.COM – Menyambut Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 Juli, Keluarga Mahasiswa Batang UNNES Sutera (KEMBANG SUTERA) menghelat aksi sosial tanam mangrove di Pantai Jodoh, Gringsing pada Senin (25/06) belum lama ini.
Acara yang bertajuk Aksi Sosial Lingkungan KEMBANG SUTERA ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta dari berbagai elemen masyarakat, khususnya siswa dan mahasiswa. Dari elemen siswa, ada lima SMA yang mengikuti yaitu SMA N 1 Gringsing, SMA Sekar Bumi Nusantara, SMA Al-Munawwir, SMK Diponegoro, dan MANU Banyuputih.
Sementara dari elemen mahasiswa diikuti oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Mahasiswa Daerah (ORMADA) yang ada di kabupaten Batang.
Tak hanya itu, beberapa organisasi lingkungan dan kepemudaan juga turut ikut dalam kegiatan tersebut, di antaranya yakni Relawan Sargabaya, Srikandi Pemuda Pancasila, dan Racika Palm.
Ketua Pelaksana Faris Tri Aditya menuturkan tujuan dari adanya aksi sosial ini adalah untuk mencegah abrasi dan menjaga lingkungan lewat susur pantai.
“Tujuan acara ini itu kan menanam mangrove supaya tidak abrasi, sekalian menjaga lingkungan. Kemudian untuk susur pantai itu sendiri itu kan dilihat-lihat juga pantai itu pasti ada sampah. Nah sampah itu bisa dari bentuk plastik, daun, ban, ataupun kayu gitu untuk menjaga lingkungan juga,” tutur Faris.
Diketahui, total ada 1000 bibit mangrove yang ditanam. Bibit-bibit tersebut merupakan hasil kerja sama KEMBANG SUTERA dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Pemali Jratun.
Ketua KEMBANG SUTERA Akhmad Masrukhan Nur sangat berterima kasih atas sumbangan bibit mangrove dari BPDAS-HL Pemali Jratun.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada BPDAS-HL Pemali Jratun yang telah menyumbangkan 1000 bibit mangrove kepada kita untuk menyukseskan kegiatan kita,” ucap Ekhan, sapaan akrabnya.
Perwakilan BPDAS-HL Pemali Jratun Zubaid menuturkan pentingnya menjaga hutan. Menjaga di sini dapat dilakukan lewat hal kecil seperti menanam pohon di sekitar.
“Saya ingin ada yang terpatri di dalam bahwa kita sama-sama tahu ada hutan, ada air. Sehingga kalau kita mau menjaga air berarti kita harus menjaga hutannya. Nah hutannya apa? Kita jangan muluk-muluk, mulai dari satu saja atau satu pertahun kita menanam di sekitar kita. Bayangkan kalau satu orang itu diikuti oleh seribu orang berarti ada seribu pohon,” katanya.
Acara ini diapresiasi oleh berbagai pihak. Salah satunya oleh Lukman Hakim, relawan PMI Kecamatan Gringsing.
“Kegiatan yang sangat luar biasa menurut kami relawan dari gabungan relawan se-kabupaten Batang,” ujar Lukman.
(JurnalistikForkombi/Zhur/MFS)