FORKOMBI.COM – Keluarga Mahasiswa Batang di Salatiga (KEMBANG SAGA) sukses menggelar workshop kewirausahaan pada Sabtu (16/7) kemarin. Kegiatan yang digelar di Balai Latihan Kerja Komunitas (BLK Komunitas) PCNU Kabupaten Batang kejuruan yang terletak di Desa Amongrogo Kecamatan Limpung ini sukses dilaksanakan dengan baik.
Kegiatan Workshop yang mengangkat tema “Mulai Pengalamanmu Menjadi Sang Enterpreneur di Era Millenial” tersebut ditujukan sebagai wahana belajar untuk menjadi enterpreneur hebat. Ketua Panitia, Nida, menuturkan bahwa workshop kali ini membahas mengenai cara untuk memulai bisnis.
“Di sini kita belajar bagaimana cara menjadi enterpreneur yang hebat. Di situ pemateri berbagi pengalaman dan juga memberi tips bagaimana cara untuk memulai bisnis,” tutur Mahasiswi Jurusan Bimbingan Konseling Pendidikan Islam di UIN Salatiga itu.
Dipilihnya workshop kewirausahaan tersebut tak lepas dari tujuan yang dipaparkan oleh Ketua Umum KEMBANG SAGA, Fahmi Siddiq. Dirinya menyampaikan bahwa setelah lulus diharapkan mahasiswa mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
“Selain mahasiswa sebagai agent of change, diusahakan untuk para alumni atau setelah lulus sarjana maupun magister itu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan berwirausaha,” terang Fahmi.
Tidak tanggung-tanggung, untuk memaksimalkan workshop kali ini, KEMBANG SAGA menggandeng Joko Budi Wiryono, Direktur PT. Gula Energi Nusantara (GULANAS), sebagai pemateri. Dalam workshop tersebut, Joko Budi Wiryono menyampaikan pondasi untuk menjadi seorang wirausahawan berupa materi pengembangan diri.
KEMBANG SAGA dan Joko Budi Wiryono pun bersepakat untuk menggelar agenda lanjutan dari workshop ini hingga setiap peserta dapat memiliki bisnis sendiri.
“Ini baru pengantar untuk pengembangan diri. Rencananya berlanjut sampai nanti kita target mereka punya bisnis. Ini baru pemanasan saja,” tegas Joko.
Senada dengan Joko Budi Wiryono, Turjaun selaku pembina KEMBANG SAGA turut mendukung iktikad baik KEMBANG SAGA untuk memantik potensi dalam berwirausaha. Ia mengatakan bahwa usaha sebagai bekal awal untuk megubah apapun.
“Ketika kita sudah punya usaha ibaratnya kita mau merubah apapun itu bisa. Tapi kalau kita tidak punya bekal wirausaha apalagi melakukannya, ya, saya anggap dunia ini mati karena kita tidak bisa berfungsi apa-apa, hidup hanya standar saja, pengen aman, nyaman, tidak berani (menerima) tantangan,” terangnya. (JurnalistikFORKOMBI/Zhur/MFS)