Home Berita Lagi! Warga Celong Keluhkan Banjir Kiriman Proyek KIT-Batang

Lagi! Warga Celong Keluhkan Banjir Kiriman Proyek KIT-Batang

0
1431

Forkombi, (8/5) – Warga Pantai Celong, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, mengeluhkan banjir akibat pembangunan proyek Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Dari dua RT, terdapat sekitar 20 rumah yang terdampak, namun RT 02 menjadi yang terparah dikarenakan langsung berhadapan dengan sungai.

Karnadi, Ketua RT 02, mengatakan bahwa banjir di Pantai Celong sudah terjadi sebanyak 3x sejak adanya pembangunan proyek KIT-Batang.

“Terus terang warga di sini merasa dirugikan sekali, terutama masalah tambatan perahu,” kata Karnadi, pada Kamis (6/5).

Menurut Karnadi, pada Selasa (4/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB, hujan lebat mengguyur wilayah Pantai Celong. Setelah sekitar 30 menit, banjir mulai memasuki permukiman dengan sangat cepat. Ketinggian banjir diperkirakan hingga satu meter. Banjir berlangsung selama 1,5 jam sejak datangnya air hingga surut.

Sejumlah lumpur bawaan dari atas paska kejadian banjir, Selasa(04/05/2021).

Ia pun menjelaskan bahwa setelah terjadi banjir beberapa kali, banyak material batu dan lumpur yang mengalir ke laut sehingga menyebabkan pendangkalan pada muara pelabuhan kapal. Nelayan sekitar pun tidak lagi berani melabuhkan kapalnya dibagian tengah, karena banyak batu yang ikut terbawa banjir.

“Ada 3 lokasi tambatan perahu, pertama dibagian timur dan itu sudah ada tempatnya, kedua bagian barat, dan yang ketiga bagian tengah. Nah, yang paling terdampak itu bagian tengah. Tadinya ada sekitar 40 perahu yang bisa berlabuh disitu, sekarang hanya 10-15 perahu saja, sekarang banyak warga yang menambatkan perahunya dibagian barat,” jelasnya.

Tak hanya itu, warga pun nantinya akan direpotkan paska angin timur yang dimulai pada bulan ke-7 (Juli) sampai bulan ke-11 (November), dikarenakan jika angin sangat kencang maka angin akan langsung menghantam kapal yang sedang ditambatkan dibagian barat. Hal ini nantinya akan menambah resiko kerusakan perahu karena tingginya gelombang yang mengakibatkan perahu saling bertabrakan.

“Kalau dulu di tengah itu relatif aman dan tenang karena ada sedikit penangkal ombak, jadi lumayan bisa meredam gelombang air akibat terjangan angin timur,” lanjutnya.

Dampak lain yang ditimbulkan akibat banjir ini adalah penurunan penjualan ikan nelayan. Hal ini dikarenakan penjual yang berasal dari daerah luar Pantai Celong enggan datang karena jalan yang becek dan licin setelah banjir.

“Kalau ikan yang dijual di pabrik kemudian kepiting, rajungan, dan udang itu harganya stabil, yang berkurang penjualannya itu adalah ikan-ikan konsumsi. Tadinya bisa 10 penjual yang datang, sekarang paling cuma 5 orang saja,” tutur Karnadi.

Warga berharap adanya dialog antara pihak proyek, Pemerintah Daerah, dan Warga untuk menemukan solusi dari permasalahan banjir ini, khususnya pendangkalan yang terjadi pada kapal nelayan. Lebih lanjut, Karnadi menjelaskan karena mayoritas warga Celong berprofesi sebagai nelayan, jika ada permasalahan banjir seperti ini akan sangat merepotkan warga, khususnya pada bulan ke-7 (Juli) dimana angin timur sudah dimulai.

“Warga sebenarnya sangat mendukung adanya proyek KIT-Batang ini, terutama bagi anak cucu kami nantinya, namun karena permasalahan banjir akibat pembangunan ini, warga sangat diresahkan. Perlu adanya tindakan cepat dari pemerintah setempat untuk mengatasi permasalahan ini,” pungkasnya.

Hal ini pun dikatakan oleh warga pemilik warung, Is, yang merasa dirugikan akibat banjir.

“Untuk banjir kemarin tidak ada ganti rugi dalam bentuk uang, cuma banjir yang pertama saja dapat bantuan uang dan sembako bagi warga terdampak, dan barang-barang yang rusak dibetulkan oleh pihak proyek. Warga juga dapat sembako lagi pada Selasa paginya, eh malamnya malah kejadian banjir,” kata Is.

Warga tetap berharap adanya tindakan cepat dari Pemerintah Daerah agar warga Pesisir Pantai Celong dapat beraktifitas dengan normal.

“Katanya mau dibikin gorong-gorong, tapi sampai sekarang warga belum tahu kabar selanjutnya, katanya belum turun izinnya,” jelas Is. (JurnalistikForkombi/Adhim/Laily)

NO COMMENTS