Home Berita Kenalkan Potensi Silurah, LEMAH ABANG Gelar Mantik Desa

Kenalkan Potensi Silurah, LEMAH ABANG Gelar Mantik Desa

0
495

FORKOMBI.COM – Setiap desa memiliki potensi untuk dikembangkan. Termasuk Desa Silurah yang sudah terkenal akan peninggalan cagar budaya berupa arca. Lesehan Mahasiswa asal Batang di Pekalongan (LEMAH ABANG) merespon kesempatan tersebut dengan mengadakan Mantik Desa. Acara yang berlokasi di Balai Desa Silurah tersebut digelar pada Jum’at-Sabtu (26-27/08).

Selain mengenalkan potensi desa, Mantik Desa juga bertujuan untuk mengedukasi pemuda tentang mengantisipasi pernikahan dini dan mengenalkan berbagai bentuk kekerasan seksual sebagai bentuk upaya untuk meminimalisir kedua hal tersebut. Seperti yang dituturkan Prihatini, selaku ketua panitia Mantik Desa.

“Tujuan Mantik Desa adalah memberikan pengetahuan kepada pemuda dan pemudi Silurah tentang bagaimana cara mengantisipasi adanya pernikahan dini dan mengetahui apa saja bentuk kekerasan seksual. Selain itu, juga sebagai sarana mengenalkan lebih jauh tentang adat istiadat yang dimiliki Desa Silurah kepada teman-teman mahasiswa,” jawab mahasiswa Universitas Pekalongan tersebut.

Acara yang dihadiri pemuda pemudi PR IPNU-IPPNU Desa Silurah dan mahasiswa Batang tersebut diwarnai dengan nonton bareng film dokumenter “Nyadran Gunung Silurah” dan dibedah langsung oleh produser film dan budayawan kabupaten Batang. Audiens tampak antusias dalam diskusi yang dilangsungkan pada Jum’at malam (26/08) tersebut.

Momen foto bersama seusai nonton bareng dan bedah film dokumenter “Nyadran Gunung Silurah” pada acara Mantik Desa yang diadakan oleh LEMAH ABANG pada Jum’at (26/08) di Balai Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang.

Tema yang diusung dalam Mantik Desa tahun ini yaitu “Nguri Budaya serta Meningkatkan Jiwa Belajar untuk Pemuda bersama Gerakan Mahasiswa”. Terkait tema tersebut, Prihatini menyampaikan bahwa Mantik Desa ini ingin menjadi ajang belajar bersama dan upaya untuk melestarikan budaya di Desa Silurah.

Alasan mengapa memilih tema tersebut adalah Kami berharap dari kegiatan ini kita sama-sama saling belajar, saling menjaga kebudayaan. Nguri diambil dari kata “Nguri-uri” dalam bahasa Jawa yang artinya “melestarikan atau menjaga”. Jadi Nguri Budaya artinya “Melestarikan kebudayaan” khususnya di Desa Silurah yang mana desa ini merupakan salah satu desa yang memiliki adat istiadat yang unik di Batang yaitu Nyadran Gunung di mana adat istiadat ini perlu kita jaga dan lestarikan,” ucap perempuan yang kerap disapa Atin tersebut.

Slamet Muradho selaku ketua umum LEMAH ABANG menyampaikan dipilihnya Mantik Desa sebagai program kerja LEMAH ABANG lantaran keinginan untuk terjun langsung tentang isu yang ada di tengah-tengah masyarakat dan adanya keinginan untuk ikut serta dalam mengembangkan secara langsung bersama masyarakat.

“Kami ingin terjun langsung kepada masyarakat terkait isu yang ada di tengah-tengah masyarakat dan kami ingin ikut serta dalam mengembangkan (potensi) secara langsung di tengah-tengah masyarakat,” ucap Slamet.

Acara yang nantinya akan menjadi program kerja tahunan ini diharapkan dapat menjadi pembuka perubahan yang nantinya bakal dikembangkan oleh masyarakat yang berkolaborasi dengan mahasiswa daerah.

“Harapan dari saya, Mantik Desa bukan hanya sebagai program kerja yang direalisasikan dan ditinggalkan, harapannya kegiatan ini akan berkelanjutan dan akan ada tindak lanjut mengenai acara tersebut. Dan dari acara tersebut bisa membuka atau mengawali pergerakan atau perubahan yang akan dikembangkan lagi dari masyarakat dan pemuda bersama mahasiswa daerah. Harapannya juga dari ORMADA lain bisa berkolaborasi bareng-bareng mengawal dan bareng-bareng bisa bekerja sama dalam tindak lanjut kegiatan ini,” harap Slamet.

Reporter: Muhammad Zhur Rifqi

Editor: Muhammad Fajar Sodik

NO COMMENTS