Forkombi, (17/11) – Forum Komunikasi Mahasiswa Batang Indonesia (Forkombi) mengadakan Public Hearing atas penyelenggaraan Kongres ke VI Forkombi tahun 2021 mendatang. Public Hearing dilaksanakan di Kedai Kopi Ngleses, Kecamatan Bandar, pada Minggu, (14/11).
Acara tersebut diikuti oleh seluruh Ormada yang diwakili oleh masing-masing ketua. Koordinator Pusat Forkombi, Muhammad Muntaha, mengatakan bahwa Public Hearing merupakan wujud keterbukaan Forkombi.
“Public Hearing ini merupakan wujud keterbukaan kita (Forkombi) terkait persiapan menuju kongres ke VI Forkombi agar lebih profesional dan juga transparan,” kata Muntaha.

Dalam acara tersebut, Muntaha turut menyampaikan beberapa hal mengenai Pra Kongres Forkombi tahun 2021, diantaranya :
- Kongres VI Forkombi akan dilaksanakan pada 17-19 Desember 2021 jika tidak terjadi halangan. Diharapkan dari masing-masing Ormada tidak ada yang memiliki kegiatan pada tanggal tersebut. Jika memang ada, mohon untuk memberikan informasi kepada Koordinator Pusat Forkombi.
- Kepanitiaan kongres yang mana dalam hal ini akan melibatkan Ormada.
- Terkait persyaratan ataupun hal lain yang berhubungan dengan pemilihan Koordinator Pusat baru, semuanya diserahkan kepada Panitia Pemilih (Panlih). Panlih terdiri dari Demisioner Pengurus FORKOMBI, yang mana nantinya akan disosialisasikan sejak awal terkait posisinya dan legalitasnya yang akan disahkan oleh Koordinator Pusat yang sedang menjabat.
Perwakilan Ormada pun memberikan kritik dan saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan Forkombi dalam memperbaiki kinerjanya ke depan, yaitu :
- Terkait adanya pengurus Forkombi yang kurang aktif sehingga menghambat efektivitas kerja dari Forkombi itu sendiri.
- Bagi pengurus yang tidak aktif, Forkombi diharapkan memiliki semacam aturan yang mendukung profesionalitas pengurus.
- Persyaratan beasiswa pendidikan Pemerintah Kabupaten Batang yang dirasa memiliki grade yang terlalu tinggi oleh banyak mahasiswa. Diharapkan Forkombi dapat menyampaikan kepada Pemerintah agar dapat menurunkan grade tersebut.
- Terdapat penggemukan pengurus Forkombi pada periode ini yang tidak terlalu terlihat manfaatnya dibandingkan dengan periode kemarin yang lebih sedikit.
- Kinerja Koordinator Wilayah (Korwil) yang selama ini tidak pernah dirasakan keberadaannya di dalam Ormada.
- Diharapkan Forkombi dapat hadir di Ormada menjadi solusi dan jawaban dari masalah-masalah yang dialami oleh ormada, bukan dengan membuat program kerja yang mirip dengan Ormada.
“Pesan yang hendak ditekankan hari ini terkait dengan kekurangan-kekurangan yang terjadi dapat menjadi evaluasi perbaikan organisasi kedepan,” lanjut muntaha.
Muntaha pun menjelaskan bahwa dari kritik dan saran yang diberikan dapat menjadi gambaran kondisi organisasi, sehingga dapat dijadikan pembahasan saat kongres untuk perbaikan organisasi ke arah yang lebih baik. (JurnalistikForkombi/Adhim/Laily)