FORKOMBI.COM
 – Kekeluargaan dalam sebuah organisasi mahasiswa daerah (ORMADA) merupakan asas yang perlu dirawat. Keluarga Mahasiswa Batang di Salatiga (KEMBANG SAGA) berupaya merawat kekeluargaan tersebut lewat malam keakraban (Makrab) yang dibarengkan dengan perayaan hari lahir (Harlah) ke-5, pada Sabtu hingga Minggu (29-30/10) lalu.

Acara yang berlangsung di Kantor Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT), Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga ini menjadi titik awal mahasiswa baru asal Batang yang berkuliah di Salatiga untuk mengenal KEMBANG SAGA.

Acara ini diikuti oleh 14 mahasiswa baru dan mengangkat tema “Sodaranan Semestine Kekeluargaan Selawase”. Ketua Panitia Makrab dan Harlah, Alif Alfian, menjelaskan dipilihnya tema tersebut merupakan sebuah harapan setiap peserta dapat memiliki rasa persaudaraan hingga nanti merasa menjadi bagian dari anggota keluarga.

“Sodaranan semestine memiliki makna kita sebagai sesama anggota KEMBANG SAGA apalagi mahasiswa baru -yang awalnya belum mempunyai saudara di Salatiga harapannya nantinya memiliki rasa saudara selayaknya saudara tetapi juga memiliki batasan-batasan. Kemudian kekeluargaan selawase, nah di sini memiliki makna karena KEMBANG SAGA berasaskan kekeluargaan. Jadi ketika sudah masuk di KEMBANG SAGA akan menjadi keluarga walaupun nantinya sudah lulus atau alumni,” terang Alif.

Kegiatan ini dihadiri banyak tamu undangan. Di antara yang hadir yakni perwakilan dosen asal Batang yang mengajar di UIN Salatiga, ORMADA di Salatiga, ORMADA dari Batang, hingga alumni. Para tamu undangan pun disuguhi beragam kegiatan, seperti penyampaian materi, pentas seni, dan wide games.

Momen foto bersama seusai makrab dan harlah KEMBANG SAGA ke-5 pada Sabtu hingga Minggu (29-30/10) di Kantor Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT), Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

Terdapat tiga materi yang disampaikan, yaitu kemahasiswaan, keorganisasian, dan kepemimpinan. Ketiganya dipilih karena mahasiswa baru akan mengetahui dan menguasai berbagai hal mengenai mahasiswa, organisasi, dan bagaimana menjadi seorang pemimpin.

“Kemahasiswaan dipilih karena harapan kami dengan adanya materi ini dapat menumbuhkan atau dapat mengubah pikiran terkait mahasiswa. Sedang dalam keorganisasian, harapan kami dengan adanya materi ini dapat lebih mengerti atau mengenal bagaimana cara berorganisasi. Terlebih lagi organisasi di kampus berbeda dengan organisasi di sekolah serta dapat membuka pandangan lagi terkait organisasi di kampus. Terakhir, dari kepemimpinan diharapkan mahasiswa baru dapat belajar arti kepemimpinan dalam organisasi,” jelas Alif.

Materi Kemahasiswaan disampaikan oleh Guru Besar Bidang Pemikiran Islam UIN Salatiga, Prof. Dr. Phil Asfa Widiyanto, M.A. Adapun materi kepemimpinan disampaikan oleh M Ali Sofyan, M. A. Terakhir, materi organisasi dibawakan oleh Dr. Wahidin, M.Pd.

Selain itu, pentas seni juga tak kalah menarik. Puisi dan tari petik teh disuguhkan dalam aksi unjuk kebolehan itu. Pentas seni tersebut sedikitnya menjawab antusiasme peserta terhadap organisasi daerah ini.

“Antusias mahasiswa baru memasuki masa perkuliahan menambah keingintahuan mereka tentang organisasi daerah,” kata Fahmi Siddiq, Ketua Umum KEMBANG SAGA.

Fahmi menambahkan, dalam momen Makrab dan Harlah ini ia berharap dapat senantiasa bersama-sama di tanah perantauan.

“Momen Makrab bertepatan Harlah dengan harapan bertambahnya usia organisasi dapat menjadikan hubungan semakin erat saling sengkuyung di tanah rantau,” harap Fahmi.

Reporter: Muhammad Zhur Rifqi

Editor: Muhammad Fajar Sodik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here