Pelaksanaan distribusi tahap pertama Gerakan Ketahanan Lumbung Pangan (GKLP) Forum Komunikasi Mahasiswa Batang Indonesia (Forkombi) pada Sabtu-Rabu (16-20/05/2020) Ramadhan kemarin. (Foto: Muntaha/Forkombi)
Sebanyak 70 paket sembako tersalurkan ke 11 kecamatan di kabupaten Batang pada distribusi tahap pertama Gerakan Ketahanan Lumbung Pangan (GKLP) yang diadakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Batang Indonesia (Forkombi). Bersama 17 Organisasi Mahasiswa Daerah (Ormada)-nya pendistribusian dilaksanakan selama lima hari, Sabtu-Rabu (16-20/05/2020) Ramadhan kemarin.
Sebelas kecamatan di atas yaitu, Kandeman 5 paket, Wonotunggal 7 paket, Subah 7 paket, Blado 3 paket, Bawang 6 paket, Tersono 7 paket, Pecalungan 7 paket, Bandar 7 paket, Reban 7 paket, Warungasem 7 paket dan Banyuputih 7 paket. Dengan 15 kecamatan yang ada di kabupaten Batang hanya empat yang tidak masuk dalam titik distribusi, yaitu kecamatan Batang, Tulis, Limpung dan Gringsing.
Namun, dalam pelaksanaan survei pencarian data di lapangan oleh team distribusi, Koordinator Distribusi Muntaha menerangkan, dengan langsung datang ke masyarakat data awal yang didapat ada dua belas kecamatan dengan kurang lebih hanya 200-an data yang masuk.
“Sebelas kecamatan itu yang kemarin (tahap pertama, red) distribusi ditambah kecamatan Batang, jadi totalnya ada dua belas. Tetapi karena di kecamatan Batang sudah banyak bantuan yang masuk, akhirnya tidak kita berikan dan kita lebih fokus ke calon-calon penerima di bagian dalam,” terangnya.
Muntaha menambahkan terkait pemetaan pendataan distribusi di sebelas kecamatan, bersama dengan team distribusi dan beberapa perwakilan dari Ormada telah merumuskan kriteria penerima sembako dengan obyek utamanya adalah masyarakat yang kurang mampu dan sangat membutuhkan di masa pandemi Covid-19. Beberapa kriteria tersebut di antaranya yakni, masyarakat yang tidak masuk dalam daftar penerima bantuan dari pemerintah karena tidak punyai kartu tanda penduduk, masyarakat yang terkena PHK, dan difabel.
“Selain itu juga (kriteria penerima, red) salah satunya adalah masyarakat yang rumahnya tidak layak huni serta yang hidup sebatang kara. Tetapi lebih dari itu tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk mengcover bantuan dari pemerintah yang tidak merata sampai kepada masyarakat yang sebenarnya sangat membutuhkan tetapi oleh karena beberapa aturan yang ada jadi tersumbat,” terangnya.
Sedangkan untuk pembagiannya, lebih lanjut Aji Yusuf selaku Koordinator Pusat (Koorpus) Forkombi sekaligus sebagai penanggung jawab GKLP menambahkan, pendistribusian akan dilakukan secara bertahap selama pandemi Covid-19 ini masih berlangsung. Dengan Melihat pasokan sembako yang terbatas dengan masukan data yang melebihi kapasitas.
“Untuk kecamatan yang belum ada datanya, sebisa mungkin akan terus kita update terus. Untuk pendistribusian di tahap selanjutnya selama pandemi ini masih ada,” tambahnya.
Penulis: Habib/Forkombi