Forkombi, (21/3) – Puncak Batang Talent Festival 2021 yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Batang UIN Walisongo Semarang diselenggarakan pada Sabtu, (20/3). Meski digelar secara semi virtual dan terbatas, kemeriahan acara dapat dirasakan oleh audience dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebelumnya, proses pendaftaran, pengumpulan karya, sampai proses seleksi dilakukan secara virtual.

Acara yang digelar di Pendopo Kantor Bupati Batang tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso. Dalam sambutannya, Kadisdipora tersebut mengapresiasi mahasiswa Batang yang perduli terhadap budaya.

“Saya berharap di tengah pandemi ini, para pemuda jangan hanya berdiam, namun tetap harus berinovasi,” ujar Wahyu pada Sabtu, (20/3).

Ia juga mendukung penuh kegiatan Batang Talent Festival 2021 ini karena dapat melahirkan talent-talent baru dari daerah, khususnya Kabupaten Batang.

“Jika tahun depan ada lagi, kami siap mendukung kegiatan ini,” pungkasnya.

Syahrul Umam, Ketua Umum KMBS, menuturkan bahwa Batang Talent Festival 2021 adalah event pertama KMBS yang mengusung lomba tari tradisi kreasi, lomba cover lagu daerah, lomba cipta video klip.

“Kami mengucapkan terimakasih atas support dari semua pihak, baik dari Disparpora Kabupaten Batang, panitia, senior, sponsor dan pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu,” tutur Syahrul.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik itu pun berharap agar acara ini dapat berlanjut dan lebih berinovasi lagi.

Pada setiap cabang lomba terdapat lima grand finalis. Grand finalis lomba tari tradisi kreasi mengikuti acara ini secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, karena kelimanya berasal dari luar Kabupaten Batang.

Salah satu peserta, Septiya Risqi Umami dari LKP Merpati Kabupaten Blora, mengatakan bahwa ia merasa tidak menyangka akan mendapatkan juara kedua dalam acara ini.

“Masuk 5 besar grand finalis aja nggak nyangka banget, semoga bisa ngadain lagi dan anak muda lebih mencintai budaya,” kata Septiya melalui aplikasi zoom meeting.

Peserta lain, Fabian, salah satu personel Svara Ethnica dari Bawang, mengatakan bahwa ia dan rekannya mengetahui adanya acara ini dari media sosial, Instagram.

“Kemarin agak deg-degan karena pesertanya banyak sekali, kita yang penting latihan sama percaya diri,” kata Fabian.

Bersama personel Svara Ethnica, ia berharap agar dapat mengembangkan seni dan budaya khususnya Kabupaten Batang dan Jawa Tengah.

“Semoga ini jadi awal yang baik buat Svara Ethnica karena ini event pertama dan bisa juara. Tahun depan laksanain lagi ya,” tutupnya.

Cabang lomba tari tradisi kreasi, juara 1 diperoleh Sulaiman Dance dari Kabupaten Cilacap, juara 2 diperoleh LKP Merpati dari Kabupaten Blora, dan juara ketiga diperoleh Dayang Art dari Kabupaten Kendal. Cabang lomba cover lagu daerah, juara 1 diperoleh Svara Ethnica, juara 2 diperoleh Garpsend Production, dan juara 3 diperoleh De’Almon. Cabang lomba cipta video klip, juara 1 diperoleh Bima Danu Arta, juara 2 diperoleh Genk Potrait, dan juara 3 diperoleh Griyo Creative. (JurnalistikForkombi/Laily/Bun)

Penyerahan hadiah oleh Kadisparpora dan dewan juri kepada juara lomba cover lagu daerah di Pendopo Kantor Bupati Batang, Sabtu (20/3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here